Jasa Penerjemah Resmi


Kenapa Jasa Penerjemah Resmi?

Legalitas
Jasa Penerjemah Resmi diperlukan ketika Anda sedang memerlukan bukan hanya hasil terjemahan yang benar, baik dan enak dibaca, tapi juga bisa dilegalisasi di lembaga-lembaga resmi, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Nasional, Kedutaan Besar, dan lembaga-lembaga lainnya yang saat ini Anda perlukan.

Benar, Baik, plus Enak
Ada 2 poin pokok yang dinilai dalam Ujian Kualifikasi Penerjemah Teks Hukum, yaitu:

1. Kesetiaan pada Teks Sumber (Fidelity to the Source Text)
Penerjemahan teks hukum harus setia, akurat dan lengkap. Terjemahan teks hukum sebaiknya mengambil jenis terjemahan yang setia pada bahasa sumber (faithful translation) namun tidak boleh kaku. Terjemahan teks hukum bukan merupakan suatu penafsiran ataupun komentar-komentar subjektif dan bukan pula merupakan suatu ringkasan atau penjelasan panjang lebar mengenai suatu konsep tertentu. Penerjemah teks hukum harus sedapat mungkin memertahankan kesepadanan makna (semantic congruity), gaya (style) dan laras (register) dan harus memiliki keterampilan memanipulasi bahasa sasaran agar terdengar wajar namun memiliki keakuratan baik dari segi hukum maupun kebahasaannya.

2. Kehampaan Padanan (Non-equivalence/Untranslatability)
Tidak semua istilah atau kata dalam bahasa sumber memiliki padanan dalam bahasa sasaran. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penerjemahan teks hukum seringkali lebih sukar daripada penerjemahan teks bidang lainnya karena istilah-istilah hukum bermuatan budaya dan berkaitan erat dengan sistem hukum yang berlaku.

Silahkan simak pernyataan Richard C. Wydick berikut ini:

"We lawyers cannot write plain English. We use eight words to say what could be said in two. We use old, arcane phrases to express commonplace ideas. Seeking to be precise, we become redundant. Seeking to be cautious, we become verbose. Our sentences twist on, phrase within clause, clause within clause, glazing the eyes and numbing the minds of our readers. The result is a writing style that has, according to one critic, four outstanding characteristics. It is: (1) wordy, (2) unclear, (3) pompous and (4) dull".

Kepercayaan
Dokumen-dokumen legal, seperti kontrak, perjanjian dan semacamnya hampir semuanya memuat pasal kerahasiaan. Salah satu tujuan diadakannya Ujian Kualifikasi Penerjemah Teks Hukum adalah untuk menjamin kerahasiaan isi dokumen yang diterjemahkan sebagaimana disebutkan dalam sumpah penerjemah.

Lalu, Siapa Penerjemah Resmi?
Penerjemah Resmi atau penerjemah tersumpah adalah orang (bukan mesin) yang telah mengikuti dan lulus Ujian Kualifikasi Penerjemah Teks Hukum yang setiap tahun diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Internasional (LBI), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Setelah lulus, penerjemah ini diambil sumpahnya oleh Gubernur Jakarta yang sedang menjabat.

Kami menjamin 100% terjemahan kami dapat diterima untuk legalisasi di Kementerian Hukum dan HAM RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar Asing di Indonesia.